![]() |
| (Chris John mencatatkan rekor sebagai juara dunia kelas bulu pertama yang berasal dari Indonesia). |
Di Indonesia, tinju masuk dan dipopulerkan oleh Hindia Belanda atau KNIL (Koninklijk Nederlands Inside Large).
Namun, sejak kalahnya Belanda oleh Jepang membuat setiap pertandingan tinju yang diselenggarakan tidak ada organisasi yang bertanggung jawab.
Kondisi tersebut membuat pihak kepolisian ingin mendirikan organisasi tinju. Didi Karta Sasmita, Komandan Kepolisian di Jakarta, akhirnya mendirikan PERTIGU (Persatuan Tinju dan Gulat) dengan ketuanya Frans Mendur pada 28 April 1955.
Menjelang Olimpiade Roma tahun 1960, Indonesia hendak ikut berpartisipasi. Namun, ketentuan dari IOC (International Olympic Commitee) mengharuskan ada organisasi tinju amatir yang mandiri di Indonesia.
Kemudian pada 30 Oktober 1959 berdirilah PERTINA (Persatuan Tinju Amatir Indonesia). Olahraga tinju professional sempat dilarang dipertandingkan di Indonesia akibat politik Indonesia pada waktu itu cenderung ikut blok sosialis.
Di Indonesia, lahir beberapa juara tinju dunia seperti Chris John. Petinju berjuluk The Dragon itu mencatat rekor sebagai peringkat kedua dalam daftar petinju yang dapat mempertahankan gelar juara tinju sepanjang masa.
